Selasa, 10 Maret 2020

Misteri 'Pasar Setan' Gunung Lawu yang Ditakuti Para Pendaki

Kamu yang hobi mendaki mungkin sudah tak asing lagi dengan Gunung Lawu. Gunung yang dulunya bernama Wukir Mahendra ini merupakan gunung tertua di Pulau Jawa dan termasuk dalam salah satu gunung purba.
Segudang keunikan dimiliki gunung yang satu ini. Karena itu, banyak pendaki tertarik untuk menaklukkannya. Di kawasan gunung ini terdapat flora dan fauna langka seperti cemara gunung, Edelweis, harimau dan elang Jawa.
Bisa dikatakan, Gunung Lawu merupakan salah satu favorit para pendaki. Pendakian ke gunung ini biasanya ditempuh dari Cemorokandang di Tawangmangu, Jawa Tengah; Cemorosewu di Sarangan, Jawa Timur; dan jalur Candi Cetho.
Nah, di balik segala daya tariknya, Gunung Lawu ternyata menyimpan sebuah misteri mengenai keberadaan 'Pasar Setan'. Ya, konon para pendaki Gunung yang melewati jalur pendakian Candi Cetho kerap melihat penampakan 'Pasar Setan' (Pasar Bubrah).
Jalur ini boleh dikatakan favorit para pendaki karena bisa menikmati sensasi turunnya kabut tebal secara perlahan. Meski begitu, jalur ini juga menjadi jalur yang paling ditakuti alias angker dibandingkan dua jalur lainnya.
Medannya sulit, didominasi tanjakan terjal serta jurang yang cukup dalam. Ditambah lagi, jalur ini dipercaya sebagai jalur perlintasan ke alam gaib. Banyak pendaki yang dihadapkan pada hal-hal aneh ketika melewati jalur ini.
Terlebih ketika melewati sebuah lokasi yang disebut sebagai 'Pasar Setan'. Bagi yang sudah pernah mendaki Gunung Lawu, pasti tak asing dengan nama 'Pasar Setan'.
Lokasi tersebut berupa sebuah lahan di lereng Gunung Lawu yang penuh dengan ilalang dan angin yang berhembus cukup kencang. Konon, ketika melewati lokasi tersebut, para pendaki sering mendengar suara bising layaknya sebuah pasar. Ada suara yang seolah menawari untuk belanja.
Sebagian pendaki percaya, ketika mendengar suara tersebut, mereka harus membuang apa saja di lokasi 'Pasar Setan' layaknya melakukan transaksi jual beli di pasar. Dan hingga saat ini cerita tentang Pasar Setan di Gunung Lawu masih menjadi misteri gaib yang tak terpecahkan.
Yak temen temen, semua tempat pasti ada yang menjaga, tidak terkecuali gunung yang sering dikait kaitkan sebagai tempat angker oleh penduduk sekitar. Yang penting tetap berlaku sopan saat mandaki gunung manapun agar terhindar dari hal hal yang tidak diinginkan

9 Gunung Tertinggi di Pulau Jawa Favorit Para Pendaki


Pulau Jawa memiliki beberapa gunung tinggi. Pendaki akan dimanjakan dengan pemandangan indah. Penasaran apa saja gunung tertinggi di Pulau Jawa? 

Saat ini gunung menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi, bukan hanya orang Indonesia saja yang ingin melakukan pendakian di gunung Indonesia. Bahkan orang asing banyak yang berlibur dan melakukan pendakian di beberapa gunung yang ada di Indonesia. Di Pulau Jawa terdapat banyak sekali gunung yang sangat indah.


1. Gunung Semeru (Mahameru), 3.676 mdpl

Gunung semeru adalah gunung tertinggi di pulau Jawa, gunung ini terletak di Kabupaten Lumajang. Gunung Semeru memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut dan juga dikenal dengan sebutan Mahameru atau Gunung Agung. Gunung Semeru juga merupakan gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Sumatera dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat.

Gunung Semeru secara administrative termasuk dalam dua wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Gunung Semeru termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Gunung ini memiliki keindahan yang sangat istimewa. Bagi kalian yang ingin mendaki diwajibkan menyiapkan fisik dan mental yang kuat. Keindahan yang dapat kita dapatkan saat mendaki yaitu pada saat kita berada di Ranu Kumbolo. Tempat ini banyak menjadi incaran bagi para pendaki selain utuk mencapai puncak Gunung Semeru.

2. Gunung Slamet, 3.428 mdpl

Gunung Slamet memiliki predikat sebagai atap Jawa Tengah yang memiliki ketinggian 3.428 mdpl. Gunung ini berada di 5 kabupaten, yakni Purbalingga, Banyumas, Pemalang, Tegal, dan Brebes. Para pendaki biasanya melakukan perjalanan menuju puncak Gunung Slamet melalui jalur Bambangan yang ada di Kabupaten Purbalingga.

Gunung Slamet merupakan gunung berapi yang masih aktif. Saat sampai puncak, pendaki bisa melihat kawah aktif yang mengeluarkan asap. Bagi para pendaki harus selalu waspada jika ingin melakukan pendakian ke Gunung Slamet. Karena sewaktu-waktu gunung bisa saja mengalami erupsi dan itu menjadi masalah serius dan membahayakan bagi para pendaki.

Medan jalan Gunung Slamet cukup sulit, karena jalur didominasi berupa batu, pasir, dan kerikil. Kondisi itu membuat jalur licin dan mudah longsor.

3. Gunung Sumbing, 3.371 mdpl

Gunung Sumbing dinobatkan sebagai gunung tertinggi kedua setelah Gunung Slamet. Gunung ini terletak di 3 kabupaten, yaitu Temanggung, Wonosobo, dan Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.

Gunung Sumbing memiliki 4 puncak, yaitu Puncak Kawah, Puncak Buntu, Puncak Sejati, dan Puncak Rajawali. Titik tertinggi puncak gunung ini adalah Puncak Rajawali. Gunung ini memiliki keindahan yang sangat istimewa. Para pendaki akan disajikan dengan sabana yang luas dan lautan awan yang indah.

Jalur yang sering dilalui oleh pendaki biasanya mellui Dusun Garung, Desa Butuh Kecamatan Kalikajar, Wonosobo. Karena Basecamp Garung dekat dengan jalan utama Wonosobo-Temanggung sehingga moda transportasinya mudah. Bagi kalian yang ingin melakukan pendakian dan ingin melewati jalur Via Garung, diwajibkan untuk mempersiapkan fisik yang matang, karena jalur yang dilalui sangat terjal dan akan menghabiskan banyak tenaga.

Puncak Gunung Sumbing juga bisa diakses melewati jalur lain seperti Banaran di Temanggung, Bowongso di Wonosobo, dan Kaliangkrik di Magelang.

4. Gunung Arjuno, 3.339 mdpl

Gunung Arjuno merupakan gunung berapi istirahat yang berada di kota Malang, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Gunung Rjuno terletak diantara Kota Batu, Kabupaten Malang dan Kabupaten Pasuruan, Taman Hutan Raya Raden adalah pengelola Gunung Arjuno.

Gunung Arjuno memiliki ketinggian 3.339 mdpl dan menjadi gunung tertinggi di Pulau Jawa, bagi para pendaki yang ingin melakukan pendakian, Gunung Arjuno memiliki 4 jalur yang bisa dilalui, yaitu Jalur Lawang dari Arah Timur, Jalur Tretes dari Utara Gunung Arjuno, Jalur Batu Arah Barat, dan Jalur Purwosari dari Arah Selatan Gunung Arjuno.

Gunung Arjuno juga terdapat objek wisata air terjun bernama Kakek Bodo. Gunung Arjuno juga terdapat mata air Sungai Berantas yang terletak di Desa Sumber Brantas, Bumiaji, Kota Batu yang merupakan sungai terpanjang kedua di Pulau Jawa setelah Sungai Bengawan Solo.

5. Gunung Raung, 3.332 mdpl

Gunung Raung terletak di Jawa Timur, Indonesia. Tepatnya gunung ini meliputi 3 wilayah Kabupaten, yaitu Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Jember di Provinsi Jawa Timur, Indonesia.

Gunung Raung merupakan gunung berapi di Jawa Timur dan memiliki ketinggian setinggi 3.332 mdpl. Gunung Raung memilki kawasan hutan Dipterokarp Bukit, Hutan Dipterokarp Atas, Hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung. Gunung Raung memiliki 2 jalur untuk dilalui menuju puncak, yaitu jalur Kalibaru menuju Puncak Sejati dan jalur Waringin menuju Puncak Bayangan.

6. Gunung Lawu, 3.265

Gunung Lawu yang terletak di perbatasan Provinsi Jaa Tengah dan Jawa Timur termasuk kedalam dua kabupaten, yaitu: Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dan Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Indonesia.

Gunung Lawu memiliki ketinggian 3.256 meter dari permukaan laut (mdpl) yang merupakan gunung tertinggi keenan di pulau Jawa. Gunung Lawu memiliki 3 puncak, yaitu Puncak Hargo Dalem, Puncak Hargo Dumiling, Puncak Hargo Dumilah merupakan puncak tertinggi Gunung Lawu.

Ada 3 jalur yang bisa dilalui untuk sampai ke puncak Hargo Dumilah. Yaitu, Jalur Cemoro Kandang, Cemoro Sewu, dan Candi Cetho.

Gunung Lawu memiliki icon yang tidak asing bagi para pendaki dan menjadi incaran untuk di kunjungi pada saat melaukan pendakian ke Gunung Lawu. Yaitu, Warung Mbok Yem, warung tertinggi di Indonesia

7. Gunung Welirang, 3.156 mdpl

Gunung Welirang merupakan gunung berapi yang masih aktif yang terletak di perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Gunung Welirang satu punggungan yang sama dengan gunung arjuno.

Welirang dalam bahasa jawa berarti belerang. Lereng gunung banyak ditumbuhi tumbuhan kawasan hutan gunung. Bagi para pendaki yang ingin melakukan perjaalanan bisa melewati Desa Jubel, Kecamatan Pacet, Mojokerto.

8. Gunung Sindoro, 3.150 mdpl

Gunung Sindoro merupakan Gunung Vulkano Aktif yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Temanggung merupakan kota yang paling dekat dengan Gunung Sindoro, Gunung ini juga letaknya berdampingan dengan Gunung Sumbing.

Bagi para pendaki yang ingin melakukan pendakian ke Gunung Sindoro, ada 4 jalur pendakian yang bisa kalian lalui untuk menuju Puncak Gunung Sindoro, yaitu jalur Kledung, Jalur Segedan di Tambi, Jalur Sibajak di Temanggung, Jalur Jlumprit di Dusun Katekan.

9. Gunung Merbabu, 3.145 mdpl

Gunung Merbabu merupaka Gunung dengan tipe Strato, yang terletak pada wilayang Kabupaten Magelang (sebelah barat) dan Kabupaten Boyolali (sebelah timur dan selatan), Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang yang ada di sebelah utara Provinsi Jawa Tengah. Dilaporkan bahwa Gunung Merbabu pernah meletus ditahun 1560 dan 1797.

Gunung Merbabu memiliki ketinggian puncaknya mencapai 3.145 mdpl, jalur pendakian untuk gunung Merbabu tidak begitu berat namun bagi para pendaki yang harus diperhatikan adalah udara yang sangat dingin, kabut yang tebal. Kondisi ini sangat berbahaya bagi para pendaki baik itu pendaki pemula maupun profesional.

Gunung Merbabu memiliki 5 jalur untuk menuju Puncak Gunung Merbabu, yaitu Jalur Via Kopeng Thekelan, Jalur Via Wekas, Jalur Via Kopeng Cunthel, Jalur Via Selo, dan Jalur Via Suwanting.

Nah temen temen, itu lah sedikit rangkuman tentang gunung gunung tinggi di pulau jawa. Ya buat referensi aja kalo kalian bosen ama gunung yang ketinggiannya rendah, silahkan coba daftar gunung diatas. Itupun kalo kalian kuat sampe puncak, Hihihihi


Selasa, 03 Maret 2020

                       3 KISAH PENDAKI YANG HILANG 

                               ADA YANG KARENA MENGIKUTI SUARA LONCENG,
                                   SAMPAI YANG BELUM DIKETAHUI NASIBNYA

 Hilangnya remaja pendaki yang hilang di Gunung Piramid, Bondowoso, beberapa waktu lalu masih menyimpan misteri bagi masyarakat.
Jika dirunut ke belakang, banyak kisah pendaki yang hilang di beberapa gunung di Indonesia.
Satu kisah di antaranya adalah pemuda bernama Indra Lesmana yang hilang di Gunung Muro saat mengikuti suara lonceng yang tidak diketahui sumbernya
Selain itu, ada pendaki hilang yang selamat, ada juga yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.Selain kisah Indra Lesmana dan Thariq, apa saja kisah pendaki yang hilang di beberapa gunung di Indonesia?
Berikut 3 kisah pendaki hilang, dari Indra Lesmana yang hilang di Gunung Muro saat ikuti suara lonceng hingga Thoriq di Gunung Piramid
1. Pendaki Hilang di Gunung Muro Kalteng selama 6 Hari
Seorang pendaki bernama Indra Lesmana juga pernah hilang selama 6 hari saat mendaki Gunung Muro, Kalimantan Tengah pada 31 Mei 2019 lalu.
Ia hilang lantaran mengikuti suara lonceng.
Cerita bermula saat Indra Lesmana ingin mendaki seorang diri.
"Jadi tanggal 31 Mei itu saya mendaki sendirian. Sebenarnya itu bukit, tapi warga sekitar menyebutnya gunung."
"Saya berencana naik pagi, dan turun sore harinya," ungkap Indra Lesmana.
Namun dalam perjalanan, Indra Lesmana tergelincir 5 ke jurang setinggi 5 meter.
"Saya tergelincir ke tebing setinggi 5 meter. Tapi tidak jatuh yang langsung terjun. Saya merosot dan masih bisa menahan," ceritanya.
Indra Lesmana jatuh ke akar-akar pohon yang rimbun.
Ia akhirnya memilih untuk turun sekalian dan mengikuti jalur sungai.
"Itu akar-akar banyak banget. Kalimantan juga kan pohonnya tinggi-tinggi."
"Saya akhirnya ke bawah, cari jalur sungai," lanjutnya.
Saat itu, Indra Lesmana masih bisa menelepon adiknya dan berkata akan terlambat pulang.
Saat sedang telepon, tiba-tiba Indra Lesmana dengar suara lonceng.
Ia terus mengejar suara lonceng yang ia kira dibawa oleh pendaki lain.
Namun nahasnya, Indra Lesmana tiba di sebuah curug.
Saat ia mengecek ponsel, sudah tidak ada lagi sinyal.
Indra Lesmana mulai sadar, dirinya tersesat.
"Dan arahnya saya pikir benar, itu bawa saya ke air terjun. Saya lihat, handphone saya sudah enggak ada sinyal. Wah saya tahu saya tersesat," ceritanya.
Selama 3 hari tersesat, Indra mencoba mencari jalan pulang.
Hal mistis pun dialami Indra.
Saat malam hari, ia mendengar suara lelaki tertawa.
Pada hari ke- 3, Indra akhirnya menemukan sebuah pondok.
Ia berharap, ada pendaki lain yang lewat.
Namun hingga hari ke-5, tak ada siapapun.
Barulah pada hari ke-6, Indra bertemu dengan seorang pemburu.
"Di hari ke enam, saya enggak sengaja ketemu pemburu. Saya tanya, 'boleh bantu saya cari jalan keluar?' terus dia bilang iya boleh."
"Kata dia, di bawah sudah banyak yang cari saya. Pas saya hilang 31 Mei, langsung besoknya tanggal 1 Juni keluarga udah nyari," ceritanya.
Selama tersesat 6 hari, Indra kehabisan bekal pada hari ke dua.
Selanjutnya, Indra Lesmana hanya makan tunas pisang.
Itu pun hanya sekali.
2. Alvi, Pendaki asal Magelang
Kejadian serupa juga pernah terjadi pada Alvi, pendaki asal Magelang.
Alvi pamit mendaki gunung pada Minggu (30/12/2018).
Namun, ia tidak bilang, akan ke Gunung Lawu.
Alvi buru-buru mengemas perlengkapan mendakinya lalu segera pamit dan mencium tangannya.
"Baru saja pulang membantu saya jualan dari pasar. Sampai rumah langsung kemas-kemas pamit mau naik gunung, gitu."
"Saya sudah suruh dia istirahat dulu, tapi katanya keburu kemalaman," cerita Marwati ibu Alvi, dikutip Tribunnews dari Tribun Jogja.
Alvi berangkat bersama enam rekannya menuju Gunung Lawu, yang terletak di Karanganyar, Jawa Tengah mengendarai sepeda motor dengan berboncengan.
Kepada saudaranya, kata Marwati, Alvi sempat memberi kabar kalau ban sepeda motornya bocor di daerah Boyolali.
"Alvi SMS sepupunya kalau ban motornya bocor, dan sedang cari tambal ban. Itu kontak terakhir kami dengan Alvi," ujar Marwati, yang didampingi adik Alvi, Rika Tri Nuraini (15)

3 Viral Kisah Thoriq, Remaja yang Hilang di Gunung Piramid

Seorang remaja bernama Thoriq Rizki Maulidan menjadi viral setelah dikabarkan hilang di Gunung Piramid Bondowoso. Bersama tiga orang temannya, Thoriq melakukan pendakian dan sudah berada di jalan pulang. Namun, hanya tiga orang yang berhasil turun sementara Thoriq masih hilang sampai sekarang. Sempat beredar video yang menampakkan Thoriq meminta pertolongan. Namun, hingga saat ini keberadaan Thoriq masih menjadi misteri. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? 

Kisah hilangnya Thoriq viral karena adanya rekaman suara yang beredar di media sosial yang disebut-sebut sebagai Thoriq yang meminta pertolongan. Namun, menurut keterangan dalam video tersebut, orang-orang tidak bisa menemukan sumber suara sekalipun suaranya terdengar jelas.

Thoriq dinyatakan hilang sejak seminggu yang lalu. Hingga kini, keberadaannya masih menjadi misteri. Pencarian dimulai sejak Selasa, 24 Juni. Selain tim SAR, turut serta PMI, Basarnas, TNI, dan warga sekitar untuk membantu pencarian. 

Misteri keberadaan Thoriq menimbulkan spekulasi di kalangan masyarakat. Ada yang menyebut Thoriq disembunyikan oleh makhluk halus atau jin. Bahkan, diadakan ritual yang melibatkan paranormal sebagai mediator untuk mencari tahu keberadaan Thoriq. 

Dari hasil pencarian muncul dugaan baru soal keberadaan Thoriq. Seorang saksi sempat melihat keempat remaja SMP ini saat mendaki, tapi sebelum sampai ke atas mereka memutuskan turun. Saksi melihat dua orang berlari turun dan memperingatkan jalur di atas licin. 

Sebelas hari sudah Thoriq dinyatakan hilang. Sampai saat ini, netizen terus mendoakan keselamatannya. Namun, ditemukan fakta bahwa hari ini ternyata Thoriq berulang tahun. Netizen pun beramai-ramai meninggalkan ucapan selamat ulang tahun dan doa agar Thoriq segera pulang



 Yak temen-temen mendaki gunung memang menyenangkan, tapi juga berisiko tinggi. Seringkali ada berita yang menyebutkan pendaki hilang atau jatuh ke jurang. Selain Thoriq, banyak kisah serupa soal pendaki ini. Seperti Ahmad yang dinyatakan hilang dan baru ditemukan sebulan kemudian hanya tinggal tulang belulang. Juga ada kisah Alvi, pendaki Gunung Lawu yang belum diketahui nasibnya hingga kini sejak dinyatakan hilang Januari lalu. Jadi berhati hati lah saat kalian mendaki gunung, jangan sampai hal hal yang tidak diinginkan itu terjadi

Yah sampai disini dulu cerita saya kali ini, sampai jumpa lagi di waktu yang akan datangđź‘‹

Salam saya cerita pendaki⛰

Selasa, 11 Februari 2020

5. Gunung di Indonesia yang Jadi Lokasi Spot Sunrise Terindah, Keren!

1. Gunung Kerinci

Gunung api tertinggi di Indonesia ini memiliki salah satu spot sunrise terbaik yang bisa kamu nikmati dari puncaknya. Terletak di Provinsi Jambi, Gunung Kerinci memiliki ketinggian 3.805 meter dari permukaan laut.Kamu pun bisa melihat keindahan panorama Danau Gunung Tujuh dari gunung tertinggi di Sumatera ini. Keren banget!

2. Gunung Tambora

Gunung yang pernah “mengamuk” pada 1815 ini juga memiliki spot sunrise yang luar biasa. Terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, sunrise dari puncak gunung ini benar-benar memanjakan mata. Tambora juga menjadi salah satu gunung berapi di Indonesia. Jadi, kalau mau mampir ke sini, jangan pas lagi “mengamuk” ya!

3. Gunung Rinjani

Masih di Nusa Tenggara Barat, gunung ini terletak di Pulau Lombok. Puncaknya berada di 3.726 mdpl. Gunung berapi ini juga memiliki keindahan pemandangan sunrise yang menakjubkan. Coba ajak pacar kamu untuk melihat sunrise dari puncak gunung ini. Pasti romantis banget!

4. Gunung Ijen

Di bagian Timur, Pulau Jawa memiliki gunung dengan pemandangan sunrise yang memesona. Gunung berapi yang terletak di antara Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi ini sering dikunjungi traveler dalam negeri dan dari berbagai belahan dunia.Pada malam hari, kamu bisa melihat blue fire yang hanya ada dua di dunia, yakni di Kawah Gunung Ijen ini dan di Islandia. Menjelang pagi, kamu masih akan dimanjakan oleh sinar matahari oranye yang memecah langit. Masya Allah!

5. Gunung Prau

Gunung Prau terletak di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Pemburu sunrise wajib mendaki ke puncak gunung ini jika ingin melihat matahari terbit dari balik gunung kembar, Sindoro, dan Sumbing. Estetik banget!

Misteri 'Pasar Setan' Gunung Lawu yang Ditakuti Para Pendaki Kamu yang hobi mendaki mungkin sudah tak asing lagi dengan Gunung L...